Saturday, May 25, 2019

Pengagum Rahasia (Secret Admirer) #2


             Malam hari pun datang,aku berniat untuk belajar demi ujian esok hari,tak lupa sebelum belajar aku membiasakkan diri untuk selalu minum dan makan demi mengisi energi ku agar materi yang ku pelajari masuk ke dalam otak ku dengan mudah. Kuambil lah buku dari dalam tas dan kutemukan juga bolpoin yang dipinjam oleh perempuan tadi. Tiba-tiba hati ini bergetar dengan sendirinya," Apa-apaan ini,hanya dengan melihat bolpoin in saja kok hatiku bergetar kencang" gumamku di tengah malam hari ini. "aku harus fokus belajar demi ujian besok". Ujian besok sangat lah penting karena ujian tersebut ujian tengah semester dan ujianku dulu dulu nilaiku pasti diatas 90. Kumasukkan kembali pena ini kedalam tas ku dan kuambil buku lalu belajar. "ini sudah gila,aku belajar dari tadi kenapa hanya perempuan itu yang keluar di otakku" gumamku dengan kesal sambil melihat jam dinding yang sudah menunjukkan waktu pukul 23.30. Apapun yang terjadi aku harus belajar demi ujian ku besok. Waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 menandakan sudah 2 jam aku belajar dan baru kali ini tidak ada satu materi masuk pun gara-gara sebuah pena. "pasrah sudah aku besok,aku yakin nilaiku gak akan sebaik dulu dulu" dengan perasaan kecewa kuletakkan kembali buku ku dan aku tidur agar besok tidak terlambat masuk ke sekolah.

           Jam alarm pun berbunyi menandakan hari sudah pagi dan aku pun harus bergegas menuju ke kampus. ku parkirkan kendaraan ku dan bergegas masuk kedalam kelas. Dengan pasrah dan berkecil hati aku berjalan menyusuri lorong yang penuh dengan mahasiswa. Di sebuah kelas mata ku terfokus pada orang,dan ketika aku amati dengan fokus ternyata dia merupakan dosenku yang sedang memasang hasil nilai ujian dari jurusan lain. Aku berjalan kearah dosenku untuk melihat hasil-hasil ujian yang sudah dilakukan oleh jurusan lain. "Pagi pak" sapa ku kepada dosen tersebut, "iya pagi juga dewa,kok masih disini? apa ujian mu belum dimulai?" ujar dosen tersebut kepadaku. "Belum pak,masih 1 jam lagi" sahutku lagi. Lalu kutelusuri hasil nilai ujian di jurusan tersebut dan kulihat nilai tertinggi jatuh kepada Ryan dan di urutan kedua adalah Nina. Aku lihat memang sangat tinggi nilai mereka bahkan dibilang nilai Ryan itu hampir sempurna. Lalu aku bertanya kepada bapak dosenku "Pak,Nina itu yang mana ya ? saya apakah pernah bertemu?" , sahut dosenku "Itu dia Nina sedang berjalan kemari bersama Ryan" sambil menunjuk kearah kantin kampus. Kepalaku menoleh kearah yang ditunjuk oleh dosenku dan terkejutlah aku ternyata dia adalah orang yang kusukai selama ini. Dia berjalan melewati ku dan melihat papan nilai sambil menyapa dosenku. Dalam hatiku berkata "ayolah manusia lemah, ajak dia berkenalan. hanya ulurkan tanganmu dan ajak dia berkenalan" tapi tubuh ini sama sekali tidak mau bergerak sedikitpun. jangankan bergerak,mengucapkan sepatah kata pun bibir ini beku seperti terkena batu es. Mataku hanya mengamati paras cantik nya. "Semakin cantik saja perempuan ini,semakin hari semakin membuatku mati karena jatuh cinta" gumamku dalam batin. Kulihat Nina sangat senang karena namanya ada di nomor dua dan dia mulai berjalan menuju kearah kelasnya sembari bercanda dengan Ryan yang ada di urutan nomor satu itu. Mataku pun tak pernah luput  melihat kecantikan paras nya yang begitu mempesona. "setidaknya aku tahu nama dia adalah Nina" gumamku dengan pelan. Di sela-sela pengamatanku tiba tiba ada tangan dingin yang melingkar di  leherku dan berkata "Nina itu merupakan anak yang sangat pintar tapi tak cukup pintar dibandingkan Ryan, Dia sendiri harusnya bisa mendaptkan nilai 100 tapi kesalahan ejaan saja dia jadi salah satu" Ujar dosenku. Terkejutlah aku karena tiba tiba dosenku berkata demikian ditengah kefokusan ku melihat bidadari terindah itu. lalu ku anggukan kepalaku dan meninggalkan dosenku menuju ke kelasku. Aku berpikir bahwa aku harus lebih pintar dari Ryan dan Nina agar Nina sangat terkesan denganku. kuberlari menuju kelas untuk segera mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian. 

        Sebelum mulai ujian aku sempatkan untuk membaca buku-buku yang kubawa,semangatku membara-bara karena aku tau orang yang kucintai itu ternyata lebih pintar dariku. Jadi juga harus mengimbangi kepintara nya itu. "Apakah cukup 30 menit ini ku gunakan untuk belajar materi-materi yang akan keluar di ujian nanti?" gumamku dalam hati. "pasti bisa, semua ini demi Nina" Ujarku penuh semangat. 30 menit pun sudah berlalu dan bel pun berbunyi menandakan bahwa ujian akan segera dimulai. Aku sangat percaya diri untuk bisa mendapatkan nilai yang sangat baik. Dosen pengawas pun memasuki ruangan kelas dan mulai membagikan soal soal ujian yang hendak kami kerjakan. Setelah kertas soal dan kertas jawaban dibagikan,aku mulai mengerjakan dengan api yang sangat membara-bara. "Nina,lihatlah nanti nilaiku akan menjadi nilai yang akan mengguncang seluruh penjuru kampus ini" ~

0 komentar

Post a Comment